Rendahnya minat baca siswa Indonesia tercermin dalam hasil Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS 2021), yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-49 dari 57 negara, dan Programme for International Student Assessment (PISA 2022), yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-60 dari 61 negara. Kondisi ini mendorong SDN Pandeanlamper 05 Semarang untuk mengembangkan Program Literasi Selasa sebagai inovasi dalam Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Literasi Selasa terhadap minat baca siswa dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilakukan pada bulan Januari tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek siswa dan guru kelas III dan IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan kuesioner, diuji dengan teknik triangulasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program berjalan dengan baik dengan persentase rata-rata 73% (kategori baik), memberikan dampak positif pada minat baca siswa dengan rata-rata 56% (kategori cukup), di mana siswa kelas empat menunjukkan minat baca yang lebih tinggi (57%) dibandingkan siswa kelas tiga (54%). Faktor pendukung meliputi konsistensi implementasi, peran aktif guru, ketersediaan fasilitas literasi, dan dukungan dari kepala sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan koleksi buku, heterogenitas kemampuan membaca, kurangnya dukungan keluarga, dan persaingan dengan media digital. Disarankan agar sekolah memperkuat fasilitas literasi dengan secara teratur menambah koleksi buku, guru meningkatkan kreativitas dalam kegiatan literasi, siswa membiasakan diri membaca secara teratur, dan peneliti lebih lanjut memperluas studi tentang implementasi Gerakan Literasi Sekolah di semua tingkatan kelas.
Copyrights © 2026