Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar, faktor penyebab, serta upaya penanganan yang dilakukan oleh guru pada siswa kelas IV dan V di tingkat sekolah dasar. Kesulitan belajar menjadi hambatan krusial yang mempengaruhi kecepatan pemahaman materi dan capaian akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam Bersama guru kelas dan siswa untuk mendapatkan gambaran riil di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis kesulitan belajar yang dominan, yaitu kesulitan membaca dan kesulitan menghitung. Kesulitan membaca terindikasi dari adanya siswa yang masih mengeja, terbata-bata, hingga belum mengenal huruf. Sementara itu, kesulitan menghitung ditemukan pada rendahnya penguasaan operasi hotung dasar dan kesulitan memahami soal cerita. Faktor penyebab kesulitan ini terbagi menjadi dua, yakni faktor internal yang meliputi rendahnya motivasi, minat, dan kemampuan dasar siswa yang beragam. Sedangkan faktor eksternal meliputi kurangnya pendampingan belajar oleh orangtua, lingkungan rumah yang kurang kondusif, upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam mengatasi permasalahan tersebut meliputi pemberian bimbingan khusus melalui les tambahan, Latihan membaca dan berhitung secara rutin, serta penerapan metode pembelajaran yang lebih sederhana. Selain itu, guru membangun komunikasi intensif dengan orang tua untuk menyelaraskan bimbingan belajar di rumah. Sinergi antara pihak sekolah dan keluarga terbukti menjadi faktor kunci dalam mengurangi hambatan belajar siswa serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi mereka.
Copyrights © 2026