Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia, sehingga upaya deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sangat diperlukan. Namun, tingkat partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA masih rendah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi pemeriksaan IVA, tingkat pengetahuan, sikap, serta dukungan keluarga, dan menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut dengan pelaksanaan pemeriksaan IVA. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 100 responden WUS yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden belum pernah melakukan pemeriksaan IVA (46%), memiliki pengetahuan rendah (83%), dan bersikap negatif terhadap pemeriksaan IVA (52%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,024) dan sikap (p=0,022) dengan pemeriksaan IVA, sedangkan dukungan keluarga tidak berhubungan signifikan (p=0,323). Dengan demikian, peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap positif terbukti berperan penting dalam mendorong keterlibatan WUS untuk melakukan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA.
Copyrights © 2026