Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) hingga saat ini masih menjadi masalah di Indonesia. Analisis epidemiologi pada tingkat layanan primer diperlukan untuk memahami distribusi kasus secara mikro dan mendukung pengendalian berbasis wilayah. Tujuan: Mendeskripsikan dan menganalisis pola distribusi kasus tuberkulosis berdasarkan variabel orang, tempat, dan waktu sebagai bagian dari kajian epidemiologi deskriptif di wilayah kerja Puskesmas Air Salobar, Kota Ambon pada tahun 2022–2024. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari register TB dan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) periode 2022–2024. Populasi sekaligus sampel adalah penderita TB tercatat selama periode penelitian (n=289) dengan teknik total sampling. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan karakteristik epidemiologi kasus berdasarkan orang, waktu, dan tempat, dengan penyajian dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, serta interval kepercayaan 95% pada proporsi utama. Hasil: Sebanyak 289 kasus TB tercatat selama periode 2022–2024. Jumlah kasus meningkat dari 75 kasus (2022) menjadi 83 kasus (2023) dan 131 kasus (2024). Pada tahun 2024 terjadi pergeseran proporsi tertinggi ke kelompok usia 0–15 tahun sebesar 36,6% (95% CI: 28,4–44,9), meningkat dibandingkan tahun 2022 sebesar 18,7% (95% CI: 9,8–27,5). Secara keseluruhan, dominan kasus pada laki-laki (54%) dan kelompok tidak bekerja (51%). Kelurahan Kudamati secara konsisten menyumbang proporsi kasus tertinggi selama tiga tahun pengamatan. Kesimpulan: Distribusi kasus tuberkulosis di Puskesmas Air Salobar menunjukkan tren peningkatan disertai pergeseran proporsi ke kelompok usia anak pada tahun 2024 serta konsentrasi spasial pada wilayah tertentu. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan skrining aktif dan pelacakan kontak serumah dalam pengendalian TB di tingkat layanan primer.
Copyrights © 2026