Studi ini bertujuan untuk mensintesis definisi, indikator, dan strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis pada jenjang pendidikan menengah (SMP dan SMA). Studi ini menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Artikel yang dianalisis merupakan publikasi terindeks Sinta 1 hingga Sinta 3 dalam rentang tahun 2020–2025 dan diakses melalui Google Scholar. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, diperoleh 12 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, terutama dalam mendukung proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara efektif. Selain itu, kerangka berpikir kritis yang paling banyak digunakan dalam literatur adalah model Facione yang mencakup enam indikator utama, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Dalam hal strategi pembelajaran, problem-based learning (PBL) diidentifikasi sebagai pendekatan yang paling konsisten dilaporkan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik. Studi ini berkontribusi dalam memberikan sintesis komprehensif mengenai kerangka konseptual dan pendekatan pembelajaran yang relevan, serta menegaskan pentingnya konsistensi dalam penggunaan indikator berpikir kritis matematis dalam penelitian dan praktik pembelajaran.
Copyrights © 2026