Komoditas lateks memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional. Dinamika pasar global yang ditandai oleh fluktuasi harga dan persaingan antarnegara produsen mendorong perlunya strategi diplomasi ekonomi yang tidak hanya bersifat domestik, tetapi juga berbasis kerja sama sub-regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran diplomasi perdagangan Indonesia dalam kerangka International Tripartite Rubber Council dalam merespons tantangan ekspor lateks dan meningkatkan daya saing nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Analisis difokuskan pada kebijakan kolektif dan instrumen kerja sama yang diterapkan dalam kerangka ITRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia dalam ITRC diwujudkan melalui beberapa skema utama. Pertama, pengendalian pasokan melalui Agreed Export Tonnage Scheme yang berperan dalam merespons volatilitas harga. Kedua, penguatan diplomasi teknis melalui Supply Management Scheme yang mendorong harmonisasi standar mutu dan efisiensi produksi. Ketiga, perluasan akses pasar melalui Demand Promotion Scheme yang berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi dan diversifikasi pasar ekspor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia dalam kerangka ITRC memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasar, meningkatkan daya saing, serta mendukung keberlanjutan sektor lateks nasional di tengah dinamika perdagangan global.
Copyrights © 2026