Pengelolaan sumber daya air terpadu di Indonesia memerlukan analisis hidrologi yang akurat berbasis data jangka panjang untuk menjamin ketepatan desain dan estimasi debit air. Namun, pengamatan hujan langsung terbatas secara spasial, satelit diperlukan untuk memperluas jangkauan distribusi dan meningkatkan akurasi prakiraan. Global Precipitation Measurement (GPM) mampu memperkirakan peristiwa ekstrem, mempelajari iklim global serta menyediakan peta curah hujan global. Studi ini membahas penggunaan faktor koreksi hujan bulanan GPM untuk pemodelan limpasan permukaan sehingga didapatkan debit air yang akurat. Lokasi studi berada pada dua sub Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada dalam DAS Brantas yaitu Kali Bodo dan Brodot. Koreksi data hujan GPM IMERG menggunakan peta faktor koreksi hujan GPM DAS Brantas pada lima probabilitas hujan. Berdasarkan koreksi data hujan GPM IMERG meningkatkan angka NSE tiap lokasi menjadi ≥ 0,7. Penurunan rBias yang signifikan sebesar 29,3% pada sub DAS Kali Bodo dengan luas 122,71 km2. Hasil pemodelan debit limpasan permukaan menggunakan hujan GPM terkoreksi pada sub DAS Kali Bodo menunjukkan kenaikan nilai NSE dari nilai awal 0,46 menjadi 0,64.
Copyrights © 2026