Peningkatan timbulan sampah dan keterbatasan kapasitas layanan menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu isu strategis dalam pembangunan wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang. Sistem yang masih didominasi pola kumpul–angkut–buang perlu diarahkan menuju pengurangan di sumber, pemanfaatan kembali, dan pemrosesan yang lebih ramah lingkungan agar sejalan dengan agenda nasional dan prinsip ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem pengelolaan sampah Kabupaten Sidenreng Rappang terhadap target nasional pengurangan 30% dan penanganan 70%, sekaligus merumuskan arah pengembangan 3R dan waste-to-energy (WtE) dalam kerangka perencanaan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah tahun 2024 mencapai 132,30 ton/hari, pengurangan masih di bawah 20%, sampah terkelola baru mendekati 75%, dan cakupan pelayanan sekitar 67,9%, sehingga beberapa indikator kinerja belum memenuhi target, terutama pada pengurangan, kapasitas dan kualitas TPA, serta kesiapan infrastruktur pendukung WtE. Pendekatan yang digunakan menegaskan urgensi penguatan 3R di hulu, modernisasi TPA Patommo, penataan layanan berbasis zonasi, serta penguatan kelembagaan dan pembiayaan agar transformasi sistem persampahan dapat berjalan berkelanjutan. Temuan ini memberikan dasar perencanaan yang operasional bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan kebijakan nasional persampahan dengan strategi pengelolaan di tingkat kabupaten yang lebih efektif dan adaptif.
Copyrights © 2026