Pembuangan limbah cair industri ke badan air seperti sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat menjadi permasalahan serius yang berdampak terhadap ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat. Guna menanggulangi limbah sebelum dibuang ke badan air, limbah cair harus diolah. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan biokoagulan dengan bahan baku dari limbah kulit jeruk mandarin yang diekstraksi senyawa pektinnya. Biokoagulan diekstraksi dengan variasi pelarut asam (HNO3 dan H2SO4) 0,1 N dengan variasi pH ekstraksi (1,5; 2; 2,5; 3; dan 3,5). Filtrat yang dihasilkan diendapkan menggunakan etanol 96% untuk mengisolasi pektin. Setelah itu, pektin dikeringkan selama delapan jam pada suhu 40°C. Sampel biokoagulan terbaik akan dilakukan pengaplikasian pada sampel limbah cair pulp dan industri tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi terbaik adalah biokoagulan yang memiliki kadar asam galakturonat tertinggi yaitu pada sampel ke-4 sebesar 47,16%; pada sampel ke-6 sebesar 48,57%; pada sampel ke-11 sebesar 42,23%; dan pada sampel ke-20 sebesar 55,25%. Kinerja biokoagulan dari limbah kulit jeruk lebih efisien terhadap air limbah pulp, efisiensi tertinggi pada biokoagulan sampel ke-20 sebesar 66,99%.
Copyrights © 2026