Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi fungsi linier melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VIII-D SMPN 25 Malang yang menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 55,5. Penelitian dilakukan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan McTaggart, dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan catatan lapangan. Pada siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 78,2 dengan ketuntasan belajar 62,5%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil meningkat signifikan dengan rata-rata nilai 89,2 dan ketuntasan mencapai 84,4%. Keterlibatan siswa juga meningkat secara signifikan melalui kegiatan diskusi kelompok, peer teaching, dan pemecahan masalah kontekstual. Pendekatan TaRL memungkinkan pengelompokan belajar berdasarkan level pemahaman aktual siswa, sedangkan PBL mendorong keterlibatan aktif dan konstruksi pengetahuan secara mandiri. Kombinasi keduanya membentuk pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan bermakna, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan meta-kognitif siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan PBL-TaRL efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan sangat direkomendasikan untuk diterapkan pada pembelajaran matematika di kelas heterogen.
Copyrights © 2026