Salah satu kesulitan siswa sekolah dasar adalah memahami penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk soal cerita, hal ini diduga karena mayoritas siswa belajar hanya menggunakan buku matematika tradisional yang berisi mengenai soal-soal latihan saja. Buku tersebut dirasa kurang sesuai dengan perkembangan kognitif menurut Piaget, hal ini karena berdasarkan Piaget anak usia 7-11 tahun masuk pada tahap berfikir operasional konktet berdasarkan teori tersebut anak seharusnya belajar dengan menggunakan benda-benda konkrit atau gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar yang valid dan praktis. Media yang dikembangkan adalah buku cerita bergambar berjudul “Pisang Moni” materi penjumlahan dan pengurangan untuk siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) atau penelitian dan pengembangan dengan mengunakan pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Instrumen penelitian ini berupa lembar validasi, yang digunakan untuk mengetahui kavalidan buku tersebut untuk digunakan dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara angket oleh responden yang terdiri dari guru kelas I dan 5 orang tua siswa dari SD Kanisius Jimbaran serta guru kelas I dan 5 orang tua siswa SD Negeri Poncoruso. Hasil penelitian menunjukkan media yang dikembangkan memiliki tingkan validasi 91% dan kepraktisan 94 %. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa buku cerita bergambar materi penjumlahan dan pengurangan untuk siswa SD valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran.
Copyrights © 2025