Nilai perusahaan mencerminkan persepsi pasar terhadap potensi laba dan risiko di masa depan, sehingga menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan investasi dan pendanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan inflasi terhadap nilai perusahaan pada PT Bank Mandiri Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan Bank Mandiri serta data inflasi nasional dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode penelitian. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa struktur modal Bank Mandiri relatif stabil dengan rata-rata sebesar 6,40 dan standar deviasi 0,043, mencerminkan kebijakan keuangan yang konsisten serta pengelolaan risiko yang baik. Tingkat inflasi juga berada pada kondisi rendah dan stabil (rata-rata 0,03; standar deviasi 0,015), menandakan tekanan eksternal makroekonomi yang ringan. Nilai perusahaan memiliki rata-rata 3,18 dengan standar deviasi 0,026, menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap kinerja Bank Mandiri. Hasil uji asumsi klasik memperlihatkan bahwa data berdistribusi normal (Sig. 0,200 > 0,05), tidak terdapat multikolinearitas (VIF 1,639 < 10; Tolerance 0,610 > 0,1), tidak terjadi heteroskedastisitas (Sig. X1 = 0,934; X2 = 0,202 > 0,05), dan tidak terdapat autokorelasi (Durbin-Watson = 1,513). Dengan demikian, model regresi yang digunakan dinyatakan layak untuk menguji pengaruh struktur modal dan inflasi terhadap nilai perusahaan.
Copyrights © 2026