Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompleksitas perusahaan, good corporate governance, dan kinerja keuangan terhadap pengungkapan Key Audit Matters (KAM) pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penerapan SA 701 mewajibkan auditor untuk mengungkapkan KAM sebagai bentuk peningkatan transparansi dan kualitas komunikasi dalam laporan auditor independen. Namun, faktor-faktor yang memengaruhi pengungkapan KAM masih menunjukkan hasil yang beragam dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan, laporan tahunan, dan laporan auditor independen. Sampel penelitian terdiri dari 37 perusahaan sektor pertambangan dengan total 111 observasi yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan random effect model menggunakan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleksitas perusahaan, good corporate governance yang diproksikan dengan komisaris independen, dan kinerja keuangan yang diproksikan dengan return on assets tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan KAM, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengungkapan KAM pada perusahaan sektor pertambangan lebih ditentukan oleh pertimbangan profesional auditor dalam mengidentifikasi risiko salah saji material dan area audit yang signifikan, dibandingkan dengan karakteristik internal perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan literatur terkait determinan pengungkapan KAM di Indonesia serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya
Copyrights © 2026