Terminal sebagai simpul transportasi darat memegang peran strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas perkotaan. Seiring dengan perkembangan kota dan perubahan pola perjalanan masyarakat, Terminal Tipe B Kota Bekasi menghadapi berbagai tantangan dalam hal kualitas fasilitas dan kinerja operasional yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pelayanan Terminal Tipe B Kota Bekasi serta menetapkan urutan prioritas peningkatan kinerja operasional dan pelayanan berdasarkan persepsi para pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP), yaitu pendekatan pengambilan keputusan multikriteria yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Penilaian dilakukan melalui teknik purposive sampling kepada responden ahli yang memahami operasional terminal, meliputi petugas dan pengelola terminal. Lima kriteria ditetapkan sebagai dasar evaluasi, yakni fasilitas utama, fasilitas penunjang, fasilitas keselamatan, fasilitas keamanan, serta fasilitas aksesibilitas dan kesetaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa fasilitas keselamatan menempati bobot prioritas tertinggi di antara seluruh kriteria dengan nilai eigen vector sebesar 0,41, diikuti oleh fasilitas utama sebesar 0,26. Dari sisi alternatif kebijakan, modernisasi sistem keamanan dan keselamatan terpilih sebagai prioritas utama dengan nilai sintesis global sebesar 0,437, disusul revitalisasi fasilitas utama sebesar 0,431, dan peningkatan fasilitas penunjang sebesar 0,132. Tingkat konsistensi perhitungan secara keseluruhan berada pada nilai CR sebesar 0,03, jauh di bawah ambang batas 0,1, sehingga seluruh hasil penilaian dinyatakan valid dan konsisten. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan strategis bagi pemerintah dan pengelola terminal dalam mengalokasikan sumber daya secara tepat guna meningkatkan kualitas pelayanan Terminal Tipe B Kota Bekasi.
Copyrights © 2026