Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis program Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kecamatan X Koto melalui penyediaan modal usaha. Meskipun program ini menunjukkan pertumbuhan jumlah nasabah yang signifikan, terdapat kendala operasional berupa keterbatasan dana kelolaan yang menyebabkan proses pencairan dana memakan waktu hingga dua bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap mekanisme penggunaan dana bergulir tersebut serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan 11 informan yang terdiri dari Direktur BUMNag, Wali Nagari, serta nasabah pengguna SPP di BUMNag Bersama Lemersing Mandiri. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi positif terhadap program SPP. Pada tahap pemahaman, masyarakat menilai prosedur administrasi sederhana dan mekanisme tanggung renteng efektif dalam mempermudah akses modal tanpa agunan fisik. Pada tahap evaluasi, petugas BUMNag dinilai profesional, ramah, dan komunikatif. Manfaat utama yang dirasakan mencakup peningkatan pendapatan keluarga, pengembangan usaha mikro, serta perlindungan masyarakat dari praktik rentenir. Namun, terdapat persepsi negatif terkait hambatan operasional, yaitu keterlambatan pencairan dana akibat keterbatasan modal BUMNag serta rendahnya plafon pinjaman bagi anggota baru. Selain itu, kewajiban mengikuti masa pembinaan selama enam bulan bagi kelompok baru dianggap cukup menyita waktu. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada upaya penambahan modal dan peningkatan intensitas sosialisasi agar masyarakat lebih memahami regulasi serta prosedur yang berlaku.
Copyrights © 2026