Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah serta pengamanan aset pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dengan menekankan pentingnya sinergi antara Inspektorat Daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai penelitian relevan yang terindeks pada basis data terakreditasi selama periode 2015–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara konseptual SPIP memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan akuntabilitas, kualitas laporan keuangan, dan pengamanan aset daerah. Namun demikian, efektivitas implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kualitas penerapan sistem pencatatan, efektivitas fungsi pengawasan, serta kompetensi sumber daya manusia. Di Provinsi Sumatera Utara, ditemukan adanya kesenjangan antara konsep dan praktik SPIP, yang tercermin dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai pengelolaan aset yang belum tertib dan lemahnya pengawasan internal pada sejumlah OPD. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan SPIP tidak hanya bergantung pada keberadaan sistem secara formal, tetapi juga pada kualitas implementasi yang didukung oleh koordinasi dan sinergi yang optimal antar lembaga terkait. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis berupa penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi sistem informasi, serta peningkatan fungsi pemantauan secara berkelanjutan guna mendukung efektivitas SPIP dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan pengamanan aset yang lebih baik.
Copyrights © 2026