Konsep sistem merupakan landasan utama dalam pendekatan Teknik Industri karena menekankan keterkaitan antar elemen dalam suatu proses produksi maupun jasa. Permasalahan efisiensi dan rendahnya kinerja proses sering kali muncul akibat pengambilan keputusan yang bersifat parsial tanpa mempertimbangkan dampak sistem secara menyeluruh, yang berujung pada solusi sementara dan inefisiensi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran konsep sistem dalam pendekatan Teknik Industri terhadap peningkatan efisiensi dan stabilitas kinerja proses melalui metode studi literatur sistematis. Data dikumpulkan melalui basis data jurnal nasional terakreditasi SINTA dan publikasi internasional dengan menggunakan kata kunci spesifik terkait pemetaan aliran nilai dan simulasi sistem. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menyintesis temuan berdasarkan kontribusi konsep sistem terhadap identifikasi pemborosan, koordinasi lintas fungsi, serta optimasi sumber daya. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan alat analitis sistemik seperti Value Stream Mapping (VSM) pada sektor UMKM dan simulasi Arena pada industri manufaktur terbukti efektif menurunkan waktu siklus, mengurangi work in process (WIP), serta meningkatkan efisiensi rantai pasok secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi data lintas fungsi dan berpikir sistemik merupakan faktor kunci dalam meminimalkan risiko kegagalan implementasi kebijakan baru di tengah kompleksitas operasional. Sebagai implikasi akademis, penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum Teknik Industri yang berbasis pada studi kasus riil dan pemecahan masalah holistik untuk menghadapi tantangan transformasi digital serta industri 4.0.
Copyrights © 2026