Kinerja keuangan merupakan aspek yang sangat penting bagi keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama dalam menyediakan informasi keuangan yang tersusun secara sistematis, akurat, dan mudah dipahami. Namun demikian, salah satu permasalahan utama yang masih sering dihadapi oleh UMKM adalah proses pencatatan arus kas yang masih dilakukan secara manual. Proses manual ini sering kali menimbulkan kendala, seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan penyusunan laporan, hingga kurangnya efisiensi dalam pengelolaan data keuangan. Penelitian ini berfokus pada UMKM yang berada di wilayah Tanjung Balai Karimun, dengan tujuan untuk menganalisis sejauh mana penerapan sistem akuntansi manual dan sistem akuntansi digital memberikan pengaruh terhadap kinerja keuangan UMKM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 163 responden. Adapun teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linier berganda, uji t, serta uji F untuk menguji pengaruh secara parsial maupun simultan.Hasil penelitian berdasarkan uji t menunjukkan bahwa sistem akuntansi manual memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, dengan nilai t hitung sebesar 3,611 yang lebih besar dari t tabel 1,974. Selain itu, sistem akuntansi digital juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, dengan nilai t hitung sebesar 6,356 yang lebih besar dari t tabel 1,974 serta tingkat signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,02. Sementara itu, hasil uji F menunjukkan bahwa sistem akuntansi manual dan digital secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, dengan nilai F hitung sebesar 100,137 dan tingkat signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05.
Copyrights © 2026