Tujuan: Studi ini dirancang untuk menguji secara empiris apakah model anchored instruction berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi barisan dan deret aritmatika. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe pretest–posttest control group design. Sampel berjumlah 32 siswa, terdiri atas 17 siswa kelas eksperimen dan 15 siswa kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji independent sample t-test. Hasil: Analisis data mengungkapkan bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sebanding, tercermin dari rata-rata pretest yang hampir identik yaitu (21,18) pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol (20,67). Pasca-intervensi, kelas eksperimen menunjukkan lonjakan signifikan dengan rata-rata 70,36, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 39,27. Data yang berdistribusi normal dan homogen (p > 0,05) menguatkan validitas hasil uji-t yang menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (Sig. (2-tailed)) = 0,000 0,05). Simpulan: Temuan ini memperkuat bukti bahwa anchored instruction efektif dalam mengoptimalkan hasil belajar matematika. Model ini layak diadopsi sebagai pendekatan kontekstual berbasis multimedia yang mampu mengaktifkan partisipasi siswa dan mempertajam keterampilan problem-solving siswa.
Copyrights © 2026