Pertumbuhan kota yang pesat sering kali mengurangi ruang terbuka hijau (RTH), padahal keberadaannya sangat penting bagi kualitas lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Kota Banjarbaru dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan luasan RTH, meskipun memiliki potensi besar untuk pengembangan ruang publik. Penelitian ini dilakukan di RTH Taman Pintar, Jalan Panglima Batur, dengan metode Accidental Sampling dan pendekatan kuantitatif melalui skala Likert serta analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan RTH Taman Pintar tergolong tinggi dengan rata-rata 72,8%, terutama untuk rekreasi, bermain anak, dan interaksi sosial. Kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan masyarakat juga tinggi, mencapai 89,9%, dengan kategori kualitas dan edukasi paling menonjol. Analisis korelasi menampilkan hubungan kuat antara pemanfaatan RTH dengan kondisi sosial (ρ = 0,579) dan hubungan cukup kuat dengan kondisi ekonomi (ρ = 0,482), keduanya signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Kesimpulannya , RTH Taman Pintar memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial-ekonomi masyarakat perkotaan, sehingga diperlukan strategi berkelanjutan untuk memperkuat fungsi taman melalui peningkatan fasilitas fisik, partisipasi komunitas, dan dukungan kebijakan.
Copyrights © 2026