Sektor pariwisata menjadi instrumen penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pelestarian budaya lokal. Tangsi Belanda, sebagai objek wisata sejarah peninggalan kolonial di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak, memiliki potensi besar namun belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak dan menganalisis faktor internal (kekuatan, kelemahan) serta eksternal (peluang, ancaman) melalui pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tangsi Belanda memiliki nilai sejarah tinggi dan telah tercatat sebagai cagar budaya, namun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, aksesibilitas yang kurang mendukung, dan promosi yang belum optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk perbaikan strategi pengelolaan destinasi wisata sejarah di daerah.
Copyrights © 2026