Kemampuan berbahasa Indonesia merupakan fondasi utama bagi pengungsi internasional untuk mengatasi isolasi sosial dan mengakses layanan dasar. Namun, keterbatasan ruang aman untuk praktik bahasa serta minimnya pemahaman lintas budaya menjadi hambatan signifikan bagi pengungsi di kawasan Puncak–Cipayung, Bogor. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis interkultural sebagai solusi untuk mendorong integrasi sosial pengungsi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan melalui identifikasi kebutuhan, pelaksanaan melalui sepuluh sesi pembelajaran interaktif dengan pendekatan active learning dan collaborative learning, serta tahap evaluasi. Hasil tahap awal menunjukkan dampak positif yang signifikan: sekitar 85% peserta merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi, dan tingkat keberhasilan latihan percakapan mencapai 65–75%. Pendekatan interkultural melalui aktivitas cultural sharing terbukti efektif membangun solidaritas dan membantu adaptasi sosial peserta di lingkungan baru. Program ini merekomendasikan adanya kolaborasi berkelanjutan dengan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia untuk memastikan dukungan integrasi sosial yang konsisten dan sistematis bagi pengungsi.
Copyrights © 2026