Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan kreativitas, berpikir kritis, empati, inspirasi, dan keberanian anak melalui literasi lingkungan sebagai pendekatan edukatif yang interaktif. Menggunakan metode kolaboratif dan partisipatoris, program “Juli K(re)asih 2025: Satu Bumi Beragam Aksi” menghadirkan rangkaian lokakarya tematik yang melibatkan anak, remaja, dan ibu rumah tangga di Desa Kalipucang Kulon, Jepara. Sebagai pembuka, diadakan prafestival “Melukis Tong Emas KaMu”, yaitu kegiatan melukis tong sampah yang akan didistribusikan kepada warga penerima program EMAS (Emak-Emak Sadar Sampah) sebagai upaya memperkuat manajemen sampah rumah tangga. Tujuh aktivitas utama dirancang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, yaitu penampilan seni tari, sesi berbagi bersama petugas pengangkut sampah, permainan edukatif Petualangan Bajak Laut, lokakarya pemilahan sampah, PhotoVoice, pemberdayaan ibu rumah tangga melalui EMAS, serta distribusi Tong Emas KaMu sebagai tindak lanjut pengelolaan sampah. Pelaksanaan kegiatan diperkuat kolaborasi KUBIK, projek antara Yayasan Kali Ilmu dan She for the Sea, yang memfasilitasi pelatihan mentor perempuan dan 16 relawan muda untuk merancang mini-proyek lingkungan. Penerima manfaat kegiatan ini adalah 150 peserta yang terdiri dari 112 anak-anak, 35 remaja, dan 13 ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, kemampuan anak dalam mengidentifikasi jenis sampah, serta keberanian remaja menyuarakan perspektif lingkungannya melalui foto. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah. Secara keseluruhan, Juli K(re)asih 2025 berhasil mencapai tujuannya dalam memperkuat karakter peduli lingkungan. Selain itu, keterlibatan lintas generasi dalam kegiatan memperkuat kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab seluruh masyarakat.
Copyrights © 2026