Transformasi organisasi melalui sentralisasi menjadi salah satu pendekatan strategis yang semakin relevan bagi perusahaan besar, termasuk PT XYZ sebagai perusahaan BUMN di sektor pertambangan. Sentralisasi fungsi Human Capital (HC) dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi kebijakan, dan koordinasi lintas unit yang sebelumnya berjalan secara terdesentralisasi. Namun, perubahan struktur tersebut juga membawa implikasi terhadap peran, kewenangan, dan beban kerja Divisi Human Capital di seluruh Unit Bisnis. Penelitian ini dilakukan untuk memahami perubahan tersebut secara menyeluruh sekaligus merumuskan strategi optimalisasi pasca sentralisasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan data kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner kepada key person serta Subject Matter Expert (SME) di bidang Human Capital, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan dan literatur terkait. Analisis dilakukan menggunakan metode deskriptif, Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), SWOT, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentralisasi memberikan dampak positif terhadap kejelasan peran, keseragaman kebijakan, koordinasi antarunit, dan keterlibatan strategis Human Capital. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, terutama pada efisiensi proses administrasi, integrasi digital, dan optimalisasi peran HC sebagai mitra strategis bisnis. Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas yang paling tepat adalah strategi Weakness–Opportunity (WO), yaitu memanfaatkan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal. Strategi tersebut meliputi integrasi HRIS, standardisasi proses, penguatan peran Human Capital Business Partner, peningkatan kompetensi digital, dan harmonisasi kebijakan. Dengan demikian, sentralisasi tidak hanya berpotensi meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kontribusi strategis Human Capital terhadap pencapaian tujuan bisnis PT XYZ.
Copyrights © 2026