Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa Program Posyandu Remaja di Desa Pandamaan belum berjalan secara optimal. Hal tersebut tampak dari rendahnya kesadaran sebagian remaja putri dalam menjaga kesehatan, yang tercermin dari kurangnya kedisiplinan saat kegiatan berlangsung, seperti tidak fokus ketika penyuluhan dan kurang tertib dalam pemeriksaan kesehatan. Padahal, Posyandu Remaja merupakan upaya promotif dan preventif yang sangat penting untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan remaja sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas program tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan pemilihan informan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program masih belum tercapai sepenuhnya. Dukungan program tampak melalui pemanfaatan grup WhatsApp dan media informasi desa serta pemberian doorprize untuk mendorong partisipasi remaja. Namun, pelaksanaan program masih terhambat oleh rendahnya kesadaran kesehatan remaja dan jadwal kegiatan yang tidak selaras dengan jam sekolah. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan edukasi, pengelolaan kegiatan yang lebih teratur, serta koordinasi yang lebih kuat antar pihak terkait agar program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026