Kesiapsiagaan bencana merupakan aspek krusial dalam upaya mengurangi risiko dan dampak bencana, khususnya di wilayah yang rawan terhadap kejadian bencana alam. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda memiliki potensi strategis sebagai agen perubahan dalam membangun komunitas kampus yang tangguh terhadap bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 320 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kesiapsiagaan bencana yang mengacu pada parameter Indeks Kesiapsiagaan Bencana yang dikembangkan oleh LIPI/UNESCO. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden dan tingkat kesiapsiagaan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden berkisar antara 18–22 tahun, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (71,9%). Responden terbanyak berasal dari angkatan 2022 (50,9%). Tingkat kesiapsiagaan bencana mahasiswa sebagian besar berada pada kategori rendah (53,8%) dan sedang (43,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan berupa peningkatan literasi kebencanaan, pembentukan sikap dan keterampilan melalui edukasi serta simulasi bencana, dan penyediaan fasilitas mitigasi bencana di lingkungan kampus
Copyrights © 2026