Tingginya beban kasus HIV di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi dengan capaian cakupan terapi antiretroviral (ART) yang masih berada di bawah target global pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi spasial insidens HIV dan cakupan ART serta mengidentifikasi wilayah prioritas berdasarkan kesesuaian antara beban epidemi dan respons pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain ekologis dengan pendekatan analisis spasial terhadap data tingkat provinsi tahun 2024. Autokorelasi spasial global dianalisis menggunakan Moran’s I, sedangkan Local Indicators of Spatial Association (LISA) digunakan untuk mengidentifikasi klaster lokal. Analisis overlay dilakukan untuk menilai kesesuaian spasial antara insidens HIV dan cakupan ART. Hasil menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif dan signifikan pada insidens HIV dan cakupan ART. Klaster high–high insidens HIV teridentifikasi di seluruh provinsi Pulau Papua dan Maluku Utara, sedangkan klaster low–low ditemukan pada sebagian provinsi di Sumatera. Sebaliknya, cakupan ART menunjukkan klaster low–low di Papua dan klaster high–high di Sulawesi. Analisis overlay mengidentifikasi sepuluh provinsi dengan insidens tinggi namun cakupan ART rendah, yang menunjukkan ketimpangan spasial antara beban epidemi dan respons layanan pengobatan.
Copyrights © 2026