Pola pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) oleh ibu di Indonesia khususnya di Kota Batam belum optimal dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak. Persentase Growth Faltering yang dapat berujung stunting pada anak balita di Provinsi Kepulauan Riau Pada Tahun 2022 adalah 18,9% dimana 15,2% terjadi di Kota Batam. MPASI yang diberikan ibu pada anaknya lebih fokus pada pemberian makanan tinggi karbohidrat dan sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemberian MPASI Tinggi Protein dan Asam Lemak Esensial berbasis pangan lokal. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan partisipan berjumlah 9 orang yang terdiri dari 6 orang informan utama yaitu 1 orang kader dan 5 orang ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan, 1 orang bidan koordinator, 1 orang tenaga pelaksana gizi, dan 1 orang informan pendukung yaitu kepala puskesmas. Temuan menunjukkan bahwa program pemerintah yang dilaksanakan oleh puskesmas terkait pencegahan atau penanganan growthfaltering telah dilaksanakan namun terhambat oleh keinginan masyarakat yang ingin di fasilitasi sepenuhnya serta kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI tinggi protein dan Asam Lemak Esensial berbasis pangan lokal.
Copyrights © 2026