Jurnal Medika Malahayati
Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1

Peran Cuci Tangan Pakai Sabun Dan Akses Air Bersih Terhadap Diare Berulang Dan Status Gizi Balita: Tinjauan Sistematis

Karen Afian (Departemen Biokimia, Biologi Sel dan Molekuler, Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Grace Joselini Corlesa (Departemen Fisiologi, Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Mirna Albertina Wijaja (Departemen Patologi Anatomi, Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Nirawan Putranto (Departemen Mata, Prodi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Ismalia Husna (Departemen Parasitologi, Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Sissy Sissy (Departemen Kulit dan Kelamin, Prodi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Elitha Sundari Pulungan (Departemen Mikrobiologi, Prodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Alif Nurfatah (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Angela Veronica (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Atiqa Labiba (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Bayu Pamungkas (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Dian Islamiyah (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Eka Anastasya (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Histofredy Marlin (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Meyllen Joltuwu (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Muhammad Fulvian (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Muhammad Raihan (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)
Damas Prakoso (Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan)



Article Info

Publish Date
09 Apr 2026

Abstract

Diare berulang dan gizi kurang (stunting) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama pada anak di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Infeksi enterik akibat sanitasi dan higiene yang buruk menyebabkan Environmental Enteric Dysfunction (EED), yang mengganggu penyerapan nutrisi dan menghambat pertumbuhan. Sementara intervensi nutrisi menunjukkan perbaikan kecil dalam pertumbuhan, peran Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dianggap krusial. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang intensif dan ketersediaan sarana air bersih dalam mencegah diare berulang pada balita serta dampaknya terhadap status gizi anak. Pencarian literatur dilakukan melalui laman elektronik PubMed, UBESCO, dan Spriner dengan batas waktu terbit selama sepuluh tahun. Tinjauan sistematis dan sintesis bukti dilakukan dari uji coba terkontrol acak (RCT) skala besar (WASH Benefits, SHINE) dan meta-analisis di LMICs. Data difokuskan pada CTPS, diare, dan hasil pertumbuhan (Length-for-Age Z-score/LAZ). Hasil yang didapatkan yaitu CTPS terbukti dapat menurunkan diare berulang. Sebuah penelitian di Pakistan menunjukkan pengurangan insiden diare sebesar 53% secara keseluruhan dan 39% pada bayi di bawah 1 tahun, menegaskan manfaat perlindungan bagi kelompok berisiko tinggi. Namun, intervensi CTPS dan air bersih elementer saja tidak menunjukkan efek pada perbaikan stunting dalam RCT. Efek positif pada pertumbuhan (LAZ, WAZ) hanya terdeteksi ketika intervensi WASH digabungkan secara sinergis dengan nutrisi (MD = 0.13 untuk LAZ; MD = 0.09 untuk WAZ). Kegagalan intervensi dasar menunjukkan bahwa lingkungan tetap sangat terkontaminasi. Kesimpulannya yakni CTPS dan air bersih adalah pilar utama dalam mengurangi diare. Namun, untuk mengatasi stunting, diperlukan pendekatan "Transformative WASH" yang terintegrasi dengan nutrisi untuk secara radikal mengurangi kontaminasi fekal dan memastikan perbaikan status gizi balita. Program harus berinovasi untuk mencapai dan mempertahankan kepatuhan CTPS yang tinggi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

medika

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; ...