Perawat kerap kali menghadapi tekanan tinggi akibat jadwal kerja yang tidak teratur, beban kerja yang berat, serta tuntutan emosional yang dapat memicu kecemasan dan gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada 91 perawat di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS-42 dan PSQI dengan teknik purposive sampling dan uji statistik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur (p = 0,005) dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,289 yang menunjukkan kekuatan hubungan lemah dengan arah positif. Semakin tinggi tingkat kecemasan seseorang, maka kualitas tidurnya cenderung menurun. Secara spesifik, unit rawat jalan memiliki tingkat kecemasan tertinggi (27,8%), sementara kualitas tidur buruk didominasi oleh perawat di unit rawat inap (73,7%) dan IGD (55,6%). Sebaliknya, kualitas tidur pada perawat di unit ICU dan IBS sebagian besar tergolong baik. Secara keseluruhan, meskipun terdapat hubungan yang signifikan, tingkat kecemasan pada perawat di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang berada pada kategori rendah.
Copyrights © 2026