Prolaps uteri merupakan bagian dari prolaps organ panggul yang banyak terjadi pada wanita usia lanjut, terutama pada mereka dengan riwayat multiparitas. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan signifikan terhadap kualitas hidup dan sering kali disertai prolaps organ panggul lainnya. Dilaporkan satu kasus seorang wanita berusia 64 tahun dengan status obstetri G7P7A0 yang datang dengan keluhan benjolan keluar dari vagina sejak satu tahun terakhir. Keluhan dirasakan semakin membesar dan menetap di luar vagina. Pemeriksaan fisik menunjukkan prolaps uteri derajat IV yang disertai sistokel derajat III dan rektokel derajat III. Pasien memiliki riwayat tujuh kali persalinan pervaginam dan telah mengalami menopause sejak usia 50 tahun. Pemeriksaan penunjang laboratorium menunjukkan anemia, serta ditemukan komorbid kardiovaskular berupa atrial fibrilasi. Berdasarkan kondisi klinis dan status reproduksi pasien, dilakukan tindakan bedah berupa total vaginal histerektomi yang dikombinasikan dengan kolporafi anterior, kolpoperineorafi posterior, dan fiksasi sakrospinosus. Pascaoperasi, kondisi klinis pasien menunjukkan perbaikan yang baik tanpa komplikasi bermakna. Multiparitas dan usia lanjut merupakan faktor risiko utama terjadinya prolaps uteri derajat lanjut. Penatalaksanaan bedah pada pasien yang telah menyelesaikan fungsi reproduksi terbukti memberikan hasil klinis yang baik serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2026