Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis, termasuk kawasan pesisir Provinsi Lampung yang berkembang sebagai destinasi wisata. Wisatawan merupakan kelompok berisiko akibat mobilitas tinggi dan aktivitas luar ruang, namun kepatuhan terhadap pencegahan malaria masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor sosiodemografi dengan perilaku pencegahan malaria pada wisatawan di daerah endemis malaria Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional cross sectional dan dilaksanakan pada Agustus–November 2025 di kawasan wisata pesisir endemis malaria Kabupaten Pesawaran, meliputi Kecamatan Punduh Pidada, Marga Punduh, dan Teluk Pandan. Sampel sebanyak 107 wisatawan domestik yang menginap minimal satu malam diperoleh melalui teknik consecutive sampling. Variabel yang diteliti meliputi tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan, dengan analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan (p=0,865; OR=0,8), pekerjaan (p=0,715; OR=0,7), maupun pendapatan (p=0,465; OR=0,6) dengan perilaku pencegahan malaria. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pencegahan malaria pada wisatawan tidak hanya dipengaruhi faktor sosiodemografi, sehingga diperlukan pendekatan berbasis perilaku dan persepsi risiko dalam upaya eliminasi malaria di kawasan wisata.
Copyrights © 2026