Globalisasi dan perkembangan media sosial telah mengubah cara individu membentuk serta menampilkan identitas keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran dramaturgi dalam pembentukan identitas keagamaan dari perspektif psikologi agama melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dari berbagai sumber akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa individu cenderung menampilkan identitas keagamaan ideal pada “panggung depan” sesuai norma sosial dan agama, sementara pada “panggung belakang” mereka lebih bebas mengekspresikan diri secara autentik. Temuan ini menegaskan bahwa identitas keagamaan bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh pengelolaan kesan serta interaksi sosial. Dengan demikian, dramaturgi memberikan pemahaman penting tentang bagaimana individu menyeimbangkan tuntutan sosial dan pengalaman pribadi dalam membentuk identitas keagamaan.
Copyrights © 2026