Remaja perempuan lebih mungkin mengalami anemia dibandingkan remaja laki-laki, karena mereka mengalami menstruasi setiap bulan. Masalah gizi yang kerap muncul pada kalangan remaja seperti anemia, kelebihan berat badan, dan pola makan yang tidak teratur dapat dipengaruhi oleh kesalahan dalam memilih jenis makanan, yang mengakibatkan ketidakseimbangan terhadap kebutuhan gizi tubuh. Kekurangan besi merupakan masalah kesehatan yang muncul saat tubuh kekurangan zat besi yang diperlukan untuk membuat hemoglobin, yaitu protein yang ada dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat dan mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, ini mengarah pada anemia yang disebabkan oleh kekurangan besi, yang merupakan jenis anemia yang paling sering dialami oleh gadis remaja. Masalah kesehatan dan kebiasaan makan di kalangan remaja Indonesia semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh pola makan yang buruk, seperti sekitar 65% remaja tidak sarapan, 97% tidak cukup mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, 46,6% menerima Tablet Tambah Darah, 50% remaja memilih makanan atau minuman yang tinggi gula, 32% mengkonsumsi makanan yang kandungan natriumnya tinggi, 11% memilih makanan olahan, dan 78% mengonsumsi makanan yang mengandung bahan tambahan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan perilaku makanan sehat untuk mencegah anemia. Metode yang digunakan yaitu dengan metode ceramah dan diskusi tentang gizi seimbang pada remaja dengan jumlah peserta 24 remaja. Hasil pengabdian kepada masyarakat adalah bahwa peserta mengertahui tentang gizi seimbang. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan peserta dapat menerapkan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk mencegahan anemia pada remaja.
Copyrights © 2026