Penelitian ini membahas efektivitas penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Poltekkes Kemenkes Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat efektivitas penerapan aplikasi SRIKANDI, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta merumuskan rencana tindak lanjut dalam upaya peningkatan kinerja sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori pengukuran efektivitas menurut Sutrisno dalam Arlan (2019:41) yang meliputi lima dimensi, yaitu pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, pencapaian tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi SRIKANDI di Poltekkes Kemenkes Surakarta telah berjalan efektif pada kelima dimensi tersebut. Transformasi dari sistem manual ke sistem digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan arsip. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain gangguan jaringan, permasalahan server, keterbatasan sumber daya manusia, serta fitur aplikasi yang belum optimal. Sebagai upaya perbaikan, dilakukan berbagai langkah strategis seperti pembentukan Tim Helpdesk, peningkatan infrastruktur teknologi informasi, penyelenggaraan pelatihan pegawai, serta pelaksanaan evaluasi rutin. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar Poltekkes Kemenkes Surakarta terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan kualitas jaringan dan server, serta memperluas kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) guna mewujudkan tata kelola kearsipan yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Efektivitas, Penerapan, Aplikasi
Copyrights © 2026