EKONOMIA
Vol 7, No 1 (2018)

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA (Tbk) SEBELUM DAN SESUDAH AKUISISI

NURDIYANA, NOVA SITI (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jan 2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan : 1. Apakah terdapat perbedaan signifikan kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia (Tbk) pada saat sebelum (2010 – 2012) dan sesudah (2014-2016) akuisisi dengan menggunakan rasio net profit margin (NPM)?, 2. Apakah terdapat perbedaan signifikan kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia (Tbk) pada saat sebelum (2010 – 2012) dan sesudah (2014-2016) akuisisi dengan menggunakan rasio return on asset (ROA)?, 3. Apakah terdapat perbedaan signifikan kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia (Tbk) pada saat sebelum (2010 – 2012) dan sesudah (2014-2016) akuisisi dengan menggunakan rasio turn asset turn over (TATO)?.          Alat analisis yang digunakan oleh peneliti adalah rasio keuangan : 1. Net Profit Margin (NPM), rasio ini mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan atau pendapatan operasional tertentu. 2. Return On Asset (ROA), rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat asset tertentu. 3. Turn Asset Turn Over (TATO),  rasio ini digunakan untuk mengukur intensitas perusahaan dalam menggunakan aktivanya. Setelah menggunakan perhitungan rasio keuangan maka dilakukan uji statistik spss menggunakan paired sample t-test yaitu untuk menguji dua sample yang berpasangan untuk mengetahui apakah keduanya memiliki perbedaan rata – rata yang secara nyata.Hasil penelitian kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia (Tbk) sebelum (2010,2011,2012) dan sesudah (2014,2015,2016) akuisisi menyimpulkan bahwa perhitungan menggunakan rasio keuangan dan uji paired sample t-test, diketahui bahwa terdapat perbedaan meningkat tetapi tidak signifikan yaitu pada rasio net profit margin (NPM), dikarenakan kinerja keuangan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih atas penjualan semakin meningkat sehingga akan berdampak pada meningkatnya pendapatan yang akan diterima oleh para pemegang saham dan return on asset (ROA) yang menunjukkan bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba. Sedangkan pada rasio turn asset turn over (TATO) terdapat perbedaan menurun tetapi tidak signifikan, hal ini dikarenakan penggunaan keseluruhan aktiva didalam menghasilkan penjualan tidak efisien. Maka hipotesis ketiga variabel tersebut ditolak.

Copyrights © 2018