Tenun kain songket merupakan kain yang ditenun dengan menggunakan benang emas atau benang perak yang dihasilkan dari daerah-daerah tertentu saja disebagian besar wilayah Indonesia. Dalam pembuatan tenun kain masih menggunakan alat tenun manual serta bahan yang digunakan masih bersifat alami sehingga tenunkain dikenal sebagai kain mewah para bangsawan yang menunjukkan derajat dan martabat pemakainya. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi produksi tenun kain adalah besarnya biaya produksi (Production Cost) tenun kain dalam menentukan harga jual. Untuk dapat mengetahui besarnya biaya produksi dalam menentukan harga jual diperlukan pemahaman mengenai; Biaya bahan langsung (Direct Material), Biaya bahan tidak langsung (Indirect Material), Biaya tenaga kerja langsung (Direct labour), Biaya tenaga kerja tidak langsung (Indirect labour) dan Factory Overhead, Selling Exspense dan General and Adminstrative Exspense, Cost Plus Pricing dan Full Costing. Melalui pengabdian kepada masyarakat diharapkan agar perserta sebagai pengusaha dapat memahami klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan produksi guna menentukan harga jual. Dengan demikian melalui pengabdian ini akan memberikan motivasi kepada para peserta untuk dapat mengetahui biaya produksi tenun kain dan dapat menentukan harga jual yang kompetitip. Sasaran dalam pengabdian ini adalah masayarakat Rt 32 Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat I. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu : 04 Oktober 2025 jam 09.00 Wib sampai dengan selesai. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman tentang ; Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan produksi dalam menentukan harga jual tenun kain (cost plus pricing), dan metode pengumpulan biaya produksi full costing.
Copyrights © 2025