Perkembangan teknologi yang pesat, khususnya Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), telah memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan manusia, termasuk pada dimensi iman dan spiritualitas. Meskipun AI meningkatkan akses terhadap pengetahuan religius dan mendukung pelayanan pastoral, kemajuan ini juga menimbulkan tantangan eksistensial dan teologis yang dapat memicu krisis iman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis berbasis literatur untuk menelaah bagaimana Teologi Fundamental berperan sebagai landasan kritis dalam merespons implikasi spiritual dari kemajuan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teologi Fundamental memberikan kerangka berpikir rasional dan reflektif untuk meneguhkan kembali kepercayaan kepada Allah, dengan menekankan keselarasan antara iman dan akal budi (Fides et Ratio). Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan teologis, disiplin rohani, dan penggunaan teknologi yang bijaksana untuk menjaga iman di era digital. Dengan demikian, Teologi Fundamental berfungsi sebagai kompas moral dan epistemologis yang menuntun umat beriman dalam mengintegrasikan teknologi dengan kehidupan spiritual yang autentik.
Copyrights © 2025