Penelitian ini membahas dinamika gerakan feminisme dalam menghadapi tantangan patriarki di media massa Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima narasumber yang terlibat dalam isu media dan feminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi feminisme dalam media masih terbatas dan cenderung bias. Media kerap menyederhanakan narasi feminis serta memperkuat stereotip negatif yang berpihak pada nilai-nilai patriarkal. Aktivis feminis menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan akses media arus utama hingga tekanan redaksional dan serangan digital. Namun, media sosial membuka ruang baru yang memungkinkan perluasan wacana kesetaraan gender. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi komunikasi yang kritis, penguatan media alternatif, dan literasi digital untuk melawan dominasi patriarki. Media memiliki tanggung jawab etis untuk menghadirkan narasi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan dalam mendukung gerakan feminisme di Indonesia.
Copyrights © 2025