Kebutuhan akan ruang publik yang inklusif dan aman di kawasan permukiman padat seringkali terabaikan oleh dominasi kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk merancang area pedestrian yang responsif terhadap kebutuhan lokal di Jalan Garuda 1, Manukan, Sleman, melalui pendekatan arsitektur partisipatif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahapan utama: persiapan, observasi lapangan, pengelolaan data, dan tahap desain akhir dengan melibatkan aspirasi warga secara aktif. Temuan menunjukkan bahwa kondisi eksisting wilayah tersebut tidak memiliki batas tegas antara jalur pejalan kaki dan kendaraan, serta minim fasilitas pendukung seperti guiding block bagi penyandang disabilitas. Hasil desain yang diusulkan mengintegrasikan tujuh aspek fundamental: keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas, estetika, fungsi sosial, keberlanjutan, dan keterhubungan. Desain ini tidak hanya menyediakan infrastruktur fisik tetapi juga menciptakan ruang transisi aktif untuk interaksi sosial warga. Kesimpulannya, inisiatif desain tingkat lokal ini mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap ruang jalan sebagai milik bersama yang fungsional dan estetis.
Copyrights © 2025