Pesatnya kemajuan teknologi informasi telah mengubah paradigma sistem pembayaran dari tunai menuju non-tunai yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan uang elektronik (e-money), tingkat inflasi, dan jumlah uang beredar (JUB) terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam kurun waktu 2013-2023. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan pendekatan kualitatif-deskriptif yang didukung oleh analisis regresi linier berganda melalui perangkat lunak Eviews 10, penelitian ini menguji keterkaitan antarvariabel makroekonomi tersebut. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa e-money dan inflasi memiliki hubungan positif, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun transaksi digital meningkat secara masif, distribusinya masih terbatas pada kawasan perkotaan. Sebaliknya, jumlah uang beredar (JUB) terbukti berpengaruh positif dan signifikan, menegaskan adanya pendorong utama likuiditas dan output riil nasional. Secara simultan, variabel ketiga tersebut memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai koefisien determinasi ($R^2$) sebesar 97,06%. Kesimpulan ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada kebijakan moneter konvensional, sementara optimalisasi e-money sebagai mesin pertumbuhan memerlukan perluasan infrastruktur digital yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Copyrights © 2026