Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah
Vol 7 No 3 (2026): April

ANALISIS ASPEK MENS REA DALAM PUTUSAN PENGADILAN TERHADAP PELAKU BLIND COURIER PADA TINDAK PIDANA NARKOTIKA




Article Info

Publish Date
13 Apr 2026

Abstract

Abstrak Permasalahan mengenai pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku blind courier dalam tindak pidana narkotika menimbulkan perdebatan dalam praktik peradilan, khususnya terkait pembuktian unsur kesalahan (mens rea). Blind courier merujuk pada individu yang membawa atau mengantarkan suatu barang tanpa mengetahui bahwa barang tersebut merupakan narkotika. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai terpenuhinya unsur kesengajaan atau pengetahuan sebagai bagian dari mens rea dalam menentukan pertanggungjawaban pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan aspek mens rea dalam putusan pengadilan terhadap pelaku blind courier pada tindak pidana narkotika serta menilai pertimbangan hakim dalam membuktikan unsur kesalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan terkait tindak pidana narkotika, serta bahan hukum sekunder berupa literatur hukum, jurnal ilmiah, dan dokumen pendukung lainnya. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menelaah pertimbangan hakim dalam menilai unsur kesalahan dalam perkara yang melibatkan blind courier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa putusan pengadilan, pembuktian unsur mens rea terhadap pelaku blind courier cenderung lebih menitikberatkan pada penguasaan fisik terhadap barang bukti narkotika tanpa analisis mendalam terhadap unsur pengetahuan dan kehendak terdakwa. Hal ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan apabila terdakwa benar-benar tidak mengetahui keberadaan narkotika yang dibawanya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menilai unsur kesalahan dengan mempertimbangkan keadaan subjektif pelaku, termasuk tingkat pengetahuan, niat, serta konteks perbuatan yang dilakukan. Dengan demikian, penerapan aspek mens rea secara tepat diharapkan dapat mewujudkan putusan pengadilan yang lebih adil dan proporsional dalam penanganan perkara blind courier pada tindak pidana narkotika. Kata kunci: mens rea, blind courier, pertanggungjawaban pidana, putusan pengadilan, tindak pidana narkotika.     Abstract The issue of criminal liability for blind couriers in narcotics crimes has generated debate in judicial practice, particularly regarding the proof of the element of culpability (mens rea). A blind courier refers to an individual who carries or delivers an item without knowing that the item contains narcotics. This condition raises questions regarding the fulfillment of the elements of intent or knowledge as part of mens rea in determining criminal responsibility. This study aims to analyze the application of the mens rea aspect in court decisions against blind couriers in narcotics crimes and to examine the judges’ considerations in proving the element of fault. This research employs a normative legal research method using a statutory approach and a case approach. The legal materials consist of primary legal sources such as legislation and court decisions related to narcotics crimes, as well as secondary legal materials including legal literature, academic journals, and other supporting documents. Data analysis is conducted qualitatively by examining judicial reasoning in assessing the element of culpability in cases involving blind couriers. The results of the study indicate that in several court decisions, the proof of mens rea against blind couriers tends to focus more on the physical possession of narcotics evidence without an in-depth analysis of the defendant’s knowledge and intent. This situation may lead to potential injustice when the defendant genuinely lacks awareness of the narcotics being carried. Therefore, a more comprehensive approach is required in assessing the element of culpability by considering the subjective circumstances of the offender, including the level of knowledge, intent, and the context of the act committed. Accordingly, the proper application of the mens rea principle is expected to produce more just and proportionate court decisions in handling blind courier cases in narcotics crimes. Keywords: mens rea, blind courier, criminal liability, court decisions, narcotics crimes.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

iqtishaduna

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

IQTISHADUNA: JURNAL ILMIAH MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH, FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM IS TO PROVIDE A VENUE FOR ACADEMICIANS, RESEARCHERS, AND PRACTITIONERS FOR PUBLISHING THE ORIGINAL RESEARCH ARTICLES OR REVIEW ARTICLES. THE SCOPE OF THE ARTICLES PUBLISHED IN THIS JOURNAL DEALS WITH A BROAD RANGE ...