Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif pengelolaan tabungan dengan menggunakan akad wadiah pada BMT Syariah Riyal (BSR) Kabupaten Bekasi. Fokus utama penelitian ini adalah menelaah implementasi akad wadiah setelah perubahan sistem keanggotaan pada tahun 2023, dari keanggotaan terbuka (open lub) menjadi keanggotaan tertutup (close lub). Perubahan kebijakan ini berdampak signifikan pada mekanisme operasional, tingkat partisipasi anggota, serta persepsi nasabah terhadap keamanan, kemudahan, dan kualitas layanan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumentasi sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akad wadiah di BSR telah berjalan efektif dan sesuai prinsip syariah, terutama dalam konteks penguatan nilai amanah dan pengelolaan dana titipan tanpa imbal hasil yang diperjanjikan. Kualitas layanan diukur melalui lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, dan terbukti bahwa masing-masing dimensi telah diterapkan dengan baik melalui sistem pelayanan yang proaktif serta infrastruktur yang memadai. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan beberapa kendala, seperti rendahnya partisipasi menabung, ketidakteraturan dalam penyetoran dana oleh siswa, serta kurang optimalnya layanan digital dan respon 24 jam. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi literasi keuangan, penguatan inovasi digital, serta pengembangan program motivasi menabung untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan produk tabungan wadiah. Kata Kunci: Akad Wadiah, BMT, Manajemen Tabungan, Layanan Syariah. Abstract This study aims to comprehensively evaluate the management of savings using the wadiah contract at BMT Syariah Riyal (BSR) in Bekasi Regency. The research primarily examines the implementation of the wadiah contract following the institution’s policy change in 2023 from an open membership (open lub) to a closed membership (close lub) system. This transition significantly impacted operational mechanisms, customer participation rates, and clients’ perceptions regarding security, convenience, and service quality. A qualitative descriptive approach with a case study method was applied, using in-depth interviews, participatory observation, and document analysis as the main data sources. The results indicate that the implementation of the wadiah contract at BSR is effective and complies with Islamic principles, particularly in strengthening trust and ensuring the proper management of entrusted funds without predetermined returns. Service quality, measured through the SERVQUAL dimensions tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy is found to be properly fulfilled through proactive service systems and adequate infrastructure. However, several challenges remain, including low saving participation, irregular saving habits among students, and suboptimal digital service responsiveness. This study recommends improving financial literacy education, enhancing digital innovation, and developing saving motivation programs to strengthen the effectiveness of wadiah-based savings management. Keywords: Wadiah Contract, BMT, Savings Management, Islamic Financial Services.
Copyrights © 2026