Bufferbloat merupakan salah satu kondisi buffer dengan ukuran besar yang cenderungselalu penuh dan menyebabkan antrian panjang didalam buffer, jika hal ini terjadi secaraterus-menerus maka dapat menyebabkan jeda transmisi yang tinggi. Bufferbloat seringterjadi pada aplikasi berbasis real-time. Active Queue Management (AQM) merupakansalah satu cara untuk menangani terjadinya bufferbloat., AQM umumnya menggunakanalgoritma Drop Tail untuk menangani kondisi antrian panjang dalam buffer router dijaringan. Namun demikian, performansi AQM berbasis Drop Tail kurang dapatdiandalkan karena jeda transmisi dalam keadaan bufferbloat masih tinggi. Telah banyakstudi dilakukan untuk menangani bufferbloat, seperti Drop Tail, Random Early Detection(RED) dan Controlled Delay (CoDel). Dari riset yang telah dilakukan tersebut masih sulitditemukan performasi algoritma terbaik dalam menangani bufferbloat. Untuk hal tersebut,paper ini menyajikan studi performansi penanganan bufferbloat menggunakan ketigaalgoritma diatas. Dalam studi ini, video streaming digunakan sebagai traffic uji untukmenentukan performansi algoritma terbaik dalam mengatasi bufferbloat. Sedangkanmetriks uji yang digunakan dalam riset ini adalah latency, throughput dan packet-loss.Analisa hasil pengujian mengambil 3 hasil terbaik dalam setiap percobaan. Hasilpengujian menunjukan performansi algoritma CoDel jauh lebih baik dalam menanganilatency yang tinggi pada kondisi bufferbloat dibandingkan RED dan Drop Tail. Namununtuk packet-loss dan throughput performansi RED dan Drop Tail masih ungguldibanding algoritma CoDel
Copyrights © 2017