Campur kode dapat ditemukan dalam berbagai bentuk komunikasi, termasuk saat memberikan pidato di saluran YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis campur kode yang digunakan oleh Bryan Domani dalam pidatonya di saluran YouTube miliknya.Dengan menggunakan teori dari Muysken (2000), penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi dan pencatatan dari video YouTube yang dimaksud. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketiga jenis campur kode—yaitu insertion (penyisipan), alternation (peralihan), dan congruent lexicalization (leksikalisasi serupa)—dengan penekanan khusus pada tingkat kemunculannya. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi faktor-faktor sosiolinguistik yang melatarbelakangi pilihan linguistik tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai dinamika penggunaan bahasa di kalangan penutur muda yang bilingual atau multilingual dalam lanskap media sosial Indonesia, serta menunjukkan bahwa campur kode berfungsi sebagai strategi komunikasi yang responsif terhadap konteks sosial dan identitas penutur.
Copyrights © 2026