Penelitian ini menganalisis hambatan komunikasi organisasi publik dalam penurunan stunting melalui program gizi di Sulawesi Selatan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengungkap hambatan internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas implementasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat dan staf pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan dan dokumentasi kebijakan program gizi. Temuan menunjukkan hambatan internal berupa keterbatasan sumber daya manusia, bahasa, dan akses internet yang kurang. Hambatan eksternal mencakup rendahnya literasi gizi masyarakat, keterbatasan ekonomi rumah tangga, serta kesadaran masyarakat yang masih kurang. Analisis menunjukkan hambatan eksternal lebih dominan menghambat adopsi perilaku gizi optimal. Temuan ini mempertegas urgensi penguatan komunikasi organisasi publik melalui pendekatan partisipatif, peningkatan kapasitas SDM, serta penggunaan media komunikasi yang adaptif terhadap konteks lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah pada literatur komunikasi organisasi publik dalam konteks penurunan stunting yang masih terbatas kajiannya. Kata Kunci: Hambatan Komunikasi, Organisasi Publik, Implementasi Program, Ketahanan Pangan, Stunting
Copyrights © 2026