Petani merupakan kelompok pekerja yang rentan mengalami gangguan sistem muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) akibat aktivitas fisik berat dan postur kerja yang tidak ergonomis. Aktivitas seperti mencangkul, membajak, menanam, dan mengangkut hasil pertanian dilakukan secara manual dalam posisi membungkuk, jongkok, atau mengangkat beban berulang kali, yang dapat menyebabkan keluhan pada otot dan rangka tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dengan keluhan MSDs pada petani di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi Rank Spearman dan melibatkan 130 petani dari 13 desa sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mendeteksi keluhan MSDs dan observasi Manual Task Risk Assessment (ManTRA) untuk menilai postur kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja punggung (p = 0,034; r = 0,186), leher/bahu (p = 0,033; r = 0,187), dan lengan bawah (p = 0,019; r = 0,206) dengan keluhan MSDs, meskipun dengan kekuatan korelasi yang lemah. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara postur pergelangan tangan dengan keluhan MSDs (p = 0,534). Dapat disimpulkan bahwa postur kerja tertentu berpengaruh terhadap keluhan MSDs pada petani, sehingga penting dilakukan perbaikan ergonomi untuk menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas kerja.
Copyrights © 2025