Pendahuluan: Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial di Indonesia, dengan salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan keputusan pernikahan usia dini pada remaja di SMP Negeri 2 Bongomeme. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan 60 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara statistik. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 responden, 25,0% memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, 36,7% cukup, dan 38,3% kurang. Sebanyak 65% responden mendukung pernikahan dini, sementara 35% tidak mendukung. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan yang kurang cenderung lebih mendukung pernikahan dini dibandingkan mereka yang memiliki pengetahuan yang baik, dengan p-value 0,011 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan keputusan menikah usia dini. Kesimpulan: peningkatan edukasi tentang kesehatan reproduksi sangat diperlukan untuk mengurangi angka pernikahan dini di kalangan remaja.
Copyrights © 2025