Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan global yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Keberhasilan pengobatan ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat dan efikasi diri pasien dalam menghadapi proses pengobatan. Kedua faktor ini sangat penting untuk mencapai kualitas hidup yang optimal bagi pasien PTB. Metode: Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif dan desain cross-sectional dengan total sampling berjumlah 32 responden. Instrumen yang digunakan yaitu General Self-Efficacy Scale (GSES) digunakan untuk mengukur efikasi diri, Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) digunakan untuk mengukur kepatuhan pengobatan dan St. George's Respiratory Questionnaire (SGRQ) digunakan untuk mengukur kualitas hidup. Uji statistik yang digunakan adalah uji fisher’s exact dengan tingkat signifikansi 0.05. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi kepatuhan minum obat pasien PTB sebesar 78,1% berada pada kategori kepatuhan rendah. Efikasi diri sebesar 68,8% dengan kategori efikasi diri tinggi dan 75% kualitas hidup pasien PTB dengan kategori kualitas hidup baik. Hasil uji fisher's exact menunjukkan bahwa nilai p untuk variabel kepatuhan minum obat adalah sebesar 0,646 (p-value >0,05) dan nilai p untuk variable efikasi diri adalah 0,681 (p-value >0,05) dengan kualitas hidup pada penderita PTB. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien PTB di Puskesmas Sempaja Kota Samarinda. Kedua faktor tersebut perlu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup pasien PTB, khususnya melalui penguatan peran PMO dan edukasi pasien.
Copyrights © 2025