Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi dari penderitanya. Namun, masih banyak pasien diabetes melitus yang belum patuh menjalani pengobatan secara teratur, sehingga meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan neuropati. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan pengobatan adalah tingkat pengetahuan dan sikap penderita terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap penderita diabetes melitus terhadap kepatuhan dalam menjalani pengobatan di UPT Puskesmas Roworejo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus yang aktif menjalani pengobatan di UPT Puskesmas Roworejo sebanyak 43 orang dan diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang terdiri dari tiga bagian yaitu tingkat pengetahuan, sikap, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian dilaksanakan di Desa Lumbirejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran pada bulan Mei hingga Juli 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, dan data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan teknik statistik Spearman Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik, serta tingkat kepatuhan pengobatan yang baik juga. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,001) dan sikap (p = 0,004) dengan kepatuhan pengobatan penderita diabetes melitus. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan secara berkala guna memperbaiki pengetahuan dan membentuk sikap positif pasien terhadap pengobatan agar mendorong kepatuhan yang lebih baik.
Copyrights © 2025